Example 728x250
Opini

Islam Wiwitan: Membaca Gagasan KDM tentang Islam dan Budaya Sunda

×

Islam Wiwitan: Membaca Gagasan KDM tentang Islam dan Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Oleh Abdul Holik, M.A. Dosen dan Direktur Eksekutif West Java Instute 

Islam Wiwitan menjadi salah satu gagasan yang paling banyak diperbincangkan setelah Dedi Mulyadi atau KDM menjelaskan hubungan antara syariat Islam, budaya Sunda, dan etika lingkungan dalam berbagai kesempatan publik.

Saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan sederhana: bolehkah seseorang menjadi Muslim yang sungguh-sungguh tanpa harus berhenti menjadi dirinya sendiri?

Baca Juga  Ketika Dana Desa Beralih ke Kopdes, Masih Mampukah Desa Membangun?

Di banyak tempat tumbuh sebuah asumsi bahwa semakin seseorang tampak “Arab”, semakin ia dianggap Islami. Cara berpakaian, pilihan simbol, hingga gaya berbahasa perlahan bergerak ke arah yang sama. Bukan karena ada dalil yang mewajibkan, melainkan karena logika peniruan bekerja secara halus. Lama-kelamaan, sesuatu yang semula merupakan pilihan berubah menjadi seolah-olah sebuah keharusan.

Baca Juga  Dua Peradaban di Persimpangan Sejarah. Refleksi atas pertemuan Xi Jinping – Donald Trump

Di titik inilah Kang Dedi Mulyadi (KDM) memilih berdiri di jalur yang berbeda.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *