Namun, Presiden AS Donald Trump membantah laporan tersebut dan menyebut pemberitaan media Iran mengenai memorandum itu sebagai berita palsu.
Kemarahan Trump disebut dipicu sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan yang dinilai lebih menguntungkan Iran, termasuk penarikan pasukan AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz di bawah pengaturan Teheran.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan menyatakan AS dan Iran telah mencapai kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari, meski belum ada pengumuman resmi mengenai isi kesepakatan final.
















