Independensi kaum Resi — kaum intelektual — dari patronase kekuasaan menjadi catatan tersendiri yang penting bagi dunia akademik masa kini.
Memutus Rantai Trauma Kolonial
Bagus Muljadi menegaskan bahwa selama 350 tahun penjajahan, bangsa ini mengalami “zaman kegelapan literatur” yang memutus ingatan kolektif tentang kehebatan leluhurnya. Trauma itu kemudian mewariskan diri dalam bentuk rasa tidak percaya diri intelektual yang sudah terlalu lama mengendap.
Ensiklopedia Ki Sunda menolak warisan itu secara tegas.
Tim peneliti merancang karya ini agar siswa SD hingga SMA dapat mengaksesnya secara gratis. Tujuannya satu: agar generasi muda tahu bahwa leluhur mereka bukan “Si Kabayan” yang identik dengan kemalasan, tetapi ahli botani, geologi, dan perancang kota yang handal.
Dengan penerjemahan ke dalam bahasa Inggris, ensiklopedia ini membawa pengetahuan lokal ke percakapan global. Tantangan perubahan iklim dan etika lingkungan yang dunia hadapi justru membutuhkan sudut pandang seperti ini — pengetahuan yang lahir dari keakraban panjang manusia dengan alamnya sendiri.















