Hamas menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan tidak akan terwujud selama konflik Palestina-Israel masih berlangsung. Dalam pernyataannya, Hamas menilai penyelesaian konflik harus mencakup penanganan akar permasalahan yang mereka sebut sebagai pendudukan Israel dan pengabaian terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Di sisi lain, sejumlah pengamat masih memperdebatkan substansi dan bahasa yang digunakan dalam nota kesepahaman Iran-Amerika Serikat tersebut. Namun, berbagai pihak menilai koordinasi antara Hamas dan Iran tetap berlangsung melalui sejumlah jalur komunikasi yang telah lama terjalin, termasuk melalui kantor Mahmoud Qaddoumi, juru bicara Hamas Hazem Qassem, serta Khalil al-Hayya yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam kepemimpinan Hamas.
















