Pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan narasi yang indah. Rakyat membutuhkan bukti bahwa kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Dan ketika bukti itu belum terlihat, “kado pahit” menjadi ungkapan yang menggambarkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap pemerintahan yang mereka harapkan membawa perubahan.













