“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tegas Yvone.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, juga mengecam tindakan Israel yang mengintersep kapal misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional sekitar 250 mil dari Gaza.
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” ujar Andi.
Ia menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan sipil warga dunia yang tengah membawa bantuan bagi masyarakat Palestina di Gaza.

















