Tidak hanya itu, massa aksi menyerukan penghentian praktik militerisme dan tindakan represif di ranah sipil. Mereka menilai ruang demokrasi harus dijaga dengan menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.
Mahasiswa juga mengkritik pola komunikasi pemerintah yang dinilai kurang responsif terhadap aspirasi publik. Mereka mendesak pemerintah lebih terbuka menerima kritik serta berani mengakui kesalahan dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan.
Aksi demonstrasi di Yogyakarta ini menambah daftar gelombang protes mahasiswa di berbagai daerah yang menyuarakan evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.














