“MBG hanya memperkaya yang sudah kaya dan menyulitkan masyarakat miskin,” ujar Radhi.
Ia meminta pemerintah meninjau ulang berbagai kebijakan yang dianggap membebani rakyat. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kebijakan publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Segala kebijakan yang mempersulit masyarakat tolong ditinjau kembali. Jangan merugikan masyarakat. Kalau MBG tetap dilanjutkan, kami akan turun kembali. Saya harap pemerintah berpikir ulang terhadap kebijakan ini,” tegasnya.
Selain menuntut penghentian MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, mahasiswa juga mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa turut menuntut perbaikan tata kelola dan kebijakan keuangan negara agar lebih transparan dan akuntabel. Mereka juga meminta pemerintah memberikan penjelasan terkait progres reformasi kepolisian serta pembahasan revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri).














