Example 728x250
Opini

Menjiwai Pancasila

×

Menjiwai Pancasila

Sebarkan artikel ini
Abdul holik
Abdul Holik, Ketua KMNU Jabar
Example 468x60

Oleh Abdul Holik, MA

Ada perbedaan yang tipis tapi menentukan antara bangsa yang memiliki ideologi dan bangsa yang menjiwai ideologi. Bangsa pertama menyimpan ideologi dalam teks, dalam upacara, dan dalam hafalan. Bangsa kedua menghuninya dalam cara berpikir, dalam cara memilih, dalam cara memperlakukan orang lain di momen-momen yang tidak ada yang melihat.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Populer di Media Sosial, Tapi Bagaimana Kinerjanya?

Saya kira bangsa Indonesia sudah lama hidup dengan menempatkan pancasila dalam kelompok pertama dan mengabaikan hidup di yang kedua. Inilah yang diam-diam menggerogoti kita dari dalam.

Sesungguhnya Pancasila lahir bukan sebagai dokumen. Ia lahir sebagai kesadaran. Ketika Soekarno berdiri di hadapan sidang BPUPK pada Juni 1945 dan berbicara tentang Philosofische Grondslag atau fondasi filosofis, pandangan dunia yang paling dalam.

Baca Juga  Rayagung, Ghadir, dan Ingatan yang Tidak Pernah Pergi

Soekarno tidak sedang merumuskan teks. Ia sedang menangkap sesuatu yang sudah lama hidup di dalam tubuh bangsa ini. Sesuatu yang sudah mengendap dalam berabad-abad di dalam pengalaman hidup masyarakat bersama di tengah perbedaan yang luar biasa.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *