Menjiwai berarti nilai itu sudah bergerak masuk ke lapisan yang lebih dalam dari sekadar pikiran. Ia sudah menyentuh perasaan, sudah membentuk insting, sudah menjadi bagian dari cara seseorang melihat dunia dan meresponsnya.
Inilah yang terjadi ketika sebuah bangsa benar-benar menjiwai Pancasilanya. Sila Kemanusiaan dimaknai menjadi kepekaan yang hidup, yang membuat seseorang tidak bisa berpaling ketika ada yang dizalimi meskipun yang dizalimi bukan dari golongannya. Sila Persatuan bukan sekadar slogan bhinneka tunggal ika, melainkan menjadi ketidaknyamanan yang sungguh-sungguh dirasakan setiap kali ada yang diadu domba atas nama perbedaan. Sila Keadilan Sosial bukan sekadar cita-cita, melainkan menjadi empati yang tidak membiarkan hati tenang selama masih ada yang tidur di bawah kolong jembatan sementara uang negara digelapkan.
Bangsa yang menjiwai Pancasila tidak perlu diingatkan untuk berlaku adil. Ia merasa sakit ketika berlaku tidak adil.











