Example 728x250
Opini

Menjiwai Pancasila

×

Menjiwai Pancasila

Sebarkan artikel ini
Abdul holik
Abdul Holik, Ketua KMNU Jabar
Example 468x60

Oleh karena itu Soekarno hanya menggali, bukan menciptakan. Itulah yang membuat Pancasila berbeda dari ideologi-ideologi lain yang lahir di abad yang sama. Marxisme lahir dari analisis ekonomi. Fasisme lahir dari kemarahan politik. Tapi Pancasila lahir dari pertanyaan yang lebih tua dan lebih dalam dari keduanya: bagaimana manusia yang berbeda-beda bisa memilih hidup bersama dengan bermartabat?

Jawaban itu sudah ada berabad-abad di balai-balai desa, dalam tradisi musyawarah yang tidak mengenal pemenang dan kalah tapi mengenal mufakat. Sudah ada dalam semangat gotong royong yang lahir bukan dari perintah, melainkan dari kesadaran bahwa sendirian, manusia itu rapuh. Sudah ada dalam kenyataan Nusantara yang selama berabad-abad membuktikan bahwa berbeda keyakinan tidak harus berarti bermusuhan.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Populer di Media Sosial, Tapi Bagaimana Kinerjanya?

Soekarno hanya memberinya nama. Memberinya bentuk. Menyerahkannya kepada kita sebagai warisan. Kita tahu warisan hanya bermakna jika dirawat oleh yang mewarisinya.

Makna Menjiwai

Menjiwai sesuatu berbeda dari sekadar meyakininya secara intelektual. Seorang dokter yang menjiwai sumpahnya tidak hanya hafal kode etik kedokteran. Ia akan merasa gelisah ketika ada pasien yang tidak tertangani, bahkan di luar jam kerjanya. Seorang guru yang menjiwai panggilannya tidak hanya mengajar karena gaji. Ia akan rela kehilangan tidur ketika ada murid yang tertinggal.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *