Ia mengaku pengunduran diri Hamid terjadi secara tiba-tiba dan di luar prediksi pimpinan sidang maupun pengurus DPP yang hadir.
“Kami juga kaget. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda. Tiba-tiba beliau menyampaikan mundur,” katanya.
Menurut Zulhendri, sebenarnya terdapat sejumlah kader yang memenuhi syarat untuk maju. Namun, karena belum mengantongi rekomendasi resmi DPP, proses pemilihan tidak bisa dipaksakan.
“Kalau rekomendasi itu ada, pemilihan bisa kita lanjutkan malam ini. Tapi karena tidak ada, maka sesuai aturan harus diambil alih DPP,” tambahnya.
DPP Hanura memastikan proses penentuan pimpinan baru tidak akan berlangsung lama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ditunjuk pelaksana tugas (Plt) sebelum ketua definitif diputuskan.
“Paling lama satu minggu sudah selesai karena kami sudah melihat kader-kader potensial yang bisa memimpin,” ujar Zulhendri.
















