Example 728x250
Opini

Rayagung, Ghadir, dan Ingatan yang Tidak Pernah Pergi

×

Rayagung, Ghadir, dan Ingatan yang Tidak Pernah Pergi

Sebarkan artikel ini
Abdul holik
Abdul Holik, Ketua KMNU dan Direktur Eksekutif WJI
Example 468x60

Bagi komunitas Syiah, kalimat itu adalah penunjukan resmi Ali bin Abi Thalib sebagai penerus kepemimpinan umat. Bagi mayoritas ulama Sunni, ia adalah pernyataan penghormatan dan kecintaan, bukan suksesi politik. Dari perbedaan tafsir atas satu kata itulah, mula-mula dua tradisi besar Islam terbentuk dan berkembang selama empat belas abad.

Secara historis Islam masuk ke Nusantara bukan melalui satu pintu dan satu mazhab. Para pedagang, ulama, dan peziarah yang membawa agama ini ke pesisir Jawa, Sunda, Sumatera, dan Kalimantan datang dari berbagai penjuru dunia Islam. Mereka datang dari Gujarat, Hadramaut, Persia, dan jazirah Arab sendiri yang membawa corak tradisi berbeda-beda.

Baca Juga  Menjiwai Pancasila

Sejumlah sejarawan mencatat bahwa pengaruh tradisi Syiah dan Ahlul Bait cukup kuat pada fase-fase awal Islamisasi Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam pertama di pesisir utara Jawa memiliki kedekatan dengan jaringan ulama yang berafiliasi dengan tradisi kecintaan kepada Ahlul Bait. Beberapa gelar dan simbol kerajaan Nusantara mengandung jejak penghormatan kepada keluarga Nabi yang tidak selalu bisa dijelaskan oleh tradisi Sunni arus utama semata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *