Sektor peternakan juga menghadapi kenaikan biaya produksi. Banyak bahan pakan ternak masih menggunakan komponen impor.
Pelaku usaha membeli bungkil kedelai, vitamin, dan bahan tambahan memakai dolar AS. Harga ayam dan telur berpotensi naik.
Harga daging sapi juga terancam meningkat. Pelemahan rupiah membuat biaya pengadaan sapi impor semakin mahal.
Minyak goreng domestik belum sepenuhnya aman. Harga CPO global masih menggunakan dolar Amerika Serikat.
Kenaikan kurs ikut memengaruhi harga minyak goreng nasional. Pelaku usaha mulai menghitung ulang biaya produksi dan distribusi.
Ekonom memperkirakan dampak kurs tidak muncul dalam waktu singkat. Harga biasanya bergerak naik beberapa bulan kemudian.
Pelemahan rupiah juga menekan daya beli masyarakat. Ongkos distribusi dan energi ikut mengalami kenaikan.
Komoditas lokal seperti beras dan sayuran masih relatif stabil. Namun biaya distribusi tetap dapat memicu kenaikan harga.















