“Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss,” ujarnya.
Jika proses tersebut berjalan sesuai rencana, kesepakatan ini berpotensi menjadi titik balik penting dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah. Pembukaan kembali Selat Hormuz juga diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global dan pergerakan harga minyak dunia.
















