Selama ini, banyak pihak menganggap teori lokal kurang ilmiah karena tidak lahir dari pusat-pusat pengetahuan Barat. Padahal, Nusantara memiliki tradisi berpikir yang tumbuh dari pengalaman panjang masyarakat dalam membaca alam dan mengelola kehidupan sosial.
Prof. Bagus menilai Indonesia perlu membangun kepercayaan diri intelektual agar tidak terus berada di posisi pinggiran dalam percaturan ilmu pengetahuan global.
Ia berharap Indonesia suatu hari nanti tidak lagi dikenal sebagai pengimpor ilmu, melainkan menjadi tempat belajar bagi ilmuwan dunia.
“Satu hari nanti kita ingin ilmuwan dari berbagai negara datang ke Indonesia untuk belajar dan mencari jawaban,” katanya.
Disiapkan Menembus Panggung Dunia
Puluhan akademisi dari Indonesia, Inggris, dan Australia terlibat dalam penyusunan Ensiklopedia Ki Sunda. Tim penyusun juga menyiapkan penerjemahan karya tersebut ke dalam bahasa Inggris agar pembaca internasional dapat mengaksesnya.















