Oleh: Abdul Holik, MA Direktur eksekutif West Java Instute
Ada pertanyaan yang lebih tua dari politik itu sendiri. Bukan tentang siapa yang menang atau kalah, bukan pula tentang berapa kursi yang diraih. Melainkan pertanyaan yang pernah diajukan Filsuf Yunani Socrates di jalanan Athena ribuan tahun lalu; siapakah engkau sesungguhnya?
Ketika Hanura meluncurkan logo barunya berupa singa geometris berlapis kuning emas dengan huruf “H” yang melebur di dadanya, saya membaca peristiwa itu bukan sebagai momen komunikasi politik biasa. Saya membacanya sebagai sebuah partai yang sedang mencoba menjawab pertanyaan Socrates itu. Dengan caranya sendiri. Dengan risikonya sendiri.
Simbol Adalah Cermin
Ernst Cassirer pernah menyebut manusia sebagai animal symbolicum; Artinya manusia adalah makhluk yang tidak hanya hidup dalam realitas fisik, tetapi dalam realitas simbol yang ia ciptakan sendiri. Bendera, mahkota, lambang negara semua itu bukan sekadar gambar. Simbol adalah cara manusia menceritakan siapa dirinya kepada dunia, dan lebih penting lagi, kepada dirinya sendiri.

















