Politik modern saat ini dengan segala kerumitan transaksinya cenderung mendidik orang untuk mengelola hati nurani, bukan mengikutinya. Caranya suara itu tidak dihilangkan, hanya dikecilkan volumenya hingga tidak lagi mengganggu.
Inilah yang membuat nama Hati Nurani Rakyat menjadi beban yang luar biasa berat. Beban ini bukan beban yang buruk, namun justru beban yang mulia. Akan tetapi beban ini tidak bisa dipikul setengah-setengah.
Huruf “H” yang menyatu dalam tubuh singa itu, bagi saya, adalah pengingat keras bahwa identitas moral bukan hiasan luar yang bisa dilepas ketika tidak nyaman. Ia harus menjadi tulang punggung yang menopang setiap keputusan, bahkan ketika keputusan itu menyakitkan secara politis.
Emas yang Harus Ditempa Setiap Hari
Carl Jung pernah menulis tentang emas sebagai simbol individuation, sebagai simbol perjalanan panjang menemukan jati diri sejati, biasanya terjadi setelah melewati krisis yang mengoyak.

















