Terkait dengan itu saya membaca warna kuning emas dalam logo ini bukan sebagai klaim kejayaan. Saya membacanya sebagai pengakuan bahwa kami pernah melewati api, dan api itu meskipun menyakitkan membuat kami lebih tahu siapa diri kami sebenarnya.
Tapi emas bukan logam yang selesai ditempa sekali lalu dibiarkan. Emas harus dijaga, ia bisa kusam jika diabaikan, bisa retak jika diperlakukan sembarangan.
Begitu pula identitas sebuah partai. Identitas bukan sesuatu yang selesai didefinisikan lalu ditinggalkan. Ia harus dihidupi setiap hari dalam keputusan-keputusan kecil yang tidak pernah masuk berita, dalam keberpihakan yang konsisten meski tidak selalu menguntungkan, dan dalam keberanian berkata tidak ketika semua orang berkata ya.
Pertanyaan yang Tersisa
Filsuf Heraclitus bilang tidak ada yang bisa dua kali melangkah di sungai yang sama. Dunia selalu mengalir, dan mereka yang berdiri diam akan terbawa arus tanpa kendali.

















