Kehadiran ensiklopedia tersebut diharapkan memicu lahirnya penelitian lanjutan terhadap manuskrip dan pengetahuan lokal lain di berbagai daerah Indonesia.
Lebih jauh, proyek itu mengingatkan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan menjaga martabat, memori kolektif, dan kepercayaan diri intelektual bangsa sendiri.
















