“Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?” katanya.
Megawati juga mengkritik pendekatan pembangunan yang terlalu berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam. Ia menilai praktik tersebut memicu kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengikis kedaulatan bangsa.
Selain itu, Megawati mengingatkan Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Menurutnya, bangsa Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensi laut sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Indonesia bukan sekadar negara daratan. Kita adalah bangsa maritim dengan posisi strategis di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik,” tegasnya.
Ia menekankan penguatan sektor kelautan harus berjalan bersama penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset nasional. Karena itu, Megawati meminta BRIN dan perguruan tinggi mengintegrasikan hasil riset dengan kebutuhan industri serta kebijakan publik.

















