Samuel P. Huntington, melalui teorinya tentang pelembagaan politik (political institutionalization), menjelaskan bahwa salah satu indikator organisasi yang kuat adalah kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan zaman dan pergantian generasi kepemimpinan. Organisasi yang terlalu bergantung pada figur tertentu cenderung rentan mengalami stagnasi bahkan kemunduran ketika figur tersebut tidak lagi berada dalam sistem. Sebaliknya, organisasi yang memiliki mekanisme regenerasi yang baik akan tetap kokoh karena kekuatannya bertumpu pada institusi, bukan individu semata.
Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi partai-partai politik saat ini. Dalam banyak kasus, partai sering kali lebih tertarik pada popularitas jangka pendek dibanding investasi jangka panjang melalui kaderisasi. Akibatnya, proses rekrutmen politik menjadi pragmatis dan tidak berbasis pada pembinaan kader yang sistematis.















