Pihak perusahaan, kata Faisal, menyampaikan bahwa PHK merupakan bagian dari langkah efisiensi akibat kerugian yang terus terjadi serta penurunan jumlah pesanan.
Salah satu faktor yang disebut perusahaan adalah adanya perpindahan buyer ke Korea yang berdampak terhadap keberlangsungan kegiatan produksi.
“Mereka menyatakan terjadinya PHK diakibatkan terjadinya kerugian terus-menerus. Termasuk penurunan order, buyer pindah ke Korea. Itu beberapa alasan dari pihak PT Namnam Fashion Industries melakukan efisiensi pekerja,” jelasnya.
Sektor Garmen Cimahi Masih Menghadapi Tekanan
Disnaker Kota Cimahi juga melihat persoalan yang terjadi di PT Namnam Fashion Industries tidak berdiri sendiri. Kondisi industri garmen dan tekstil di Kota Cimahi secara umum masih menghadapi tekanan.
Faisal mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah perusahaan, termasuk melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cimahi.















