Dari komunikasi tersebut, kondisi dunia usaha khususnya sektor garmen dan tekstil dinilai masih menghadapi berbagai tantangan.
“Dari beberapa waktu yang pernah kita komunikasi memang kondisi usaha tidak baik-baik saja menurut pengusaha. Bisa macam-macam, yang jelas saat perang Timur Tengah, sekarang pengaruh dolar,” ungkap Faisal.
Pemkot Cimahi melalui Disnaker pun terus memantau perkembangan ketenagakerjaan di wilayahnya. Pengawalan terhadap pemenuhan hak pekerja menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah tekanan yang dihadapi industri.
Kasus PHK di PT Namnam Fashion Industries sekaligus menjadi gambaran mengenai tantangan yang tengah dihadapi industri tekstil dan garmen, mulai dari penurunan pesanan, perubahan pasar, meningkatnya tekanan biaya hingga kondisi ekonomi global.
Dengan total 178 pekerja terdampak, pemerintah daerah berupaya memastikan proses penyelesaian hak-hak pekerja berjalan berdasarkan kesepakatan dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.















