“Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya,” ujarnya saat diwawancarai Kompas TV, Selasa (12/5/2026).
Polemik bermula pada sesi rebutan ketika pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat itu, Josepha lebih dulu menekan tombol dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD serta diresmikan oleh Presiden.
Namun jawaban tersebut justru dinilai salah oleh juri, sehingga Regu C mendapat pengurangan lima poin. Tak lama kemudian, tim lain memberikan jawaban dengan substansi yang sama dan memperoleh tambahan sepuluh poin.
Rekan satu tim Josepha mengaku terkejut dengan keputusan dewan juri karena menurut mereka jawaban kedua tim memiliki kesamaan secara substansi maupun susunan kalimat.

















