Keberhasilan ini mengantarkan OSO masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Globe Asia. Pada 2016, kekayaannya ditaksir mencapai US$ 350 juta atau setara Rp 5,17 triliun. Ia memilih mempercayakan roda operasional bisnisnya kepada para profesional, sementara putra-putrinya, termasuk Raja Sapta Oktohari, disiapkan menjadi generasi penerus.
Dari Pengusaha ke Negarawan: Panggilan Politik
Sebelum terjun ke politik formal, OSO telah membangun rekam jejak kepemimpinan organisasi yang panjang. Ia pernah menjabat Ketua HIPMI Kalimantan Barat, Ketua Kadin Provinsi Kalimantan Barat selama lebih dari dua dekade, hingga Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) periode 2010–2017.
Karier politik OSO di panggung nasional dimulai pada 1999 ketika ia menjadi anggota MPR RI dari Fraksi Utusan Daerah mewakili Kalimantan Barat. Kepeduliannya terhadap nasib daerah yang kerap terpinggirkan dari pusat kebijakan mendorongnya, bersama sejumlah tokoh, mendirikan Partai Persatuan Daerah (PPD) pada 18 November 2002.







