Pada Pemilu 2014, OSO memilih jalur independen dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari Kalimantan Barat. Ia meraih 188.528 suara dan kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2014–2019.
Amanah Ketua DPD dan Nahkoda Hanura
Tahun 2016–2017 menjadi babak paling monumental dalam karier politik OSO. Ketika Wiranto diangkat sebagai Menko Polhukam, kepemimpinan Partai Hanura diserahkan kepada OSO. Pada Munaslub Hanura, 22 Desember 2016, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura. Di bawah tangannya, Hanura dibenahi dengan pendekatan manajemen modern berbasis prinsip Structure, System, Skill, Speed, dan Target.
Tak lama setelah itu, pada 4 April 2017, OSO kembali terpilih secara aklamasi — kali ini sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Jabatan paling bergengsi dalam representasi daerah di tingkat nasional.







