NURANIMEDIA.ID, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mulai memperketat pengelolaan ekspor komoditas strategis seperti kelapa sawit dan batu bara. Pemerintah kini mengarahkan seluruh penjualan komoditas tertentu melalui BUMN yang bertindak sebagai eksportir tunggal.
Prabowo mengambil langkah itu karena pemerintah menilai Indonesia selama puluhan tahun kehilangan potensi pendapatan besar dari sektor sumber daya alam. Menurut pemerintah, banyak perusahaan menjual komoditas Indonesia dengan harga terlalu murah di pasar internasional.
Praktik manipulasi nilai ekspor dan transfer pricing juga menjadi alasan utama pemerintah memperketat kontrol. Melalui cara itu, sejumlah perusahaan bisa menekan nilai transaksi resmi sehingga negara kehilangan pemasukan pajak dan devisa.

















