Example 728x250
Politik

OSO Tegaskan Hanura Tolak Hilangnya Suara Rakyat Akibat Parliamentary Threshold

×

OSO Tegaskan Hanura Tolak Hilangnya Suara Rakyat Akibat Parliamentary Threshold

Sebarkan artikel ini
DR. Oesman Sapta Ketua Umum DPD Hanura
Example 468x60

NURANIMEDIA.ID, Jakarta – Ketua Umum Partai Hanura, , kembali menyoroti aturan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjelang revisi UU Pemilu 2029.

Selain itu, Oesman Sapta Odang atau Oso juga menegaskan pentingnya menjaga seluruh suara rakyat agar tetap memiliki representasi politik di parlemen.

Oso menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga  Dr. (HC) Oesman Sapta, Sang Pengusaha Pejuang

Dalam forum itu, sejumlah partai nonparlemen berkumpul untuk membahas dampak parliamentary threshold terhadap hasil pemilu nasional.

Menurut Oso, aturan ambang batas parlemen selama ini membuat jutaan suara rakyat hilang dan tidak terkonversi menjadi kursi parlemen.

“Suara rakyat 17 juta tidak boleh hilang lagi, biarpun satu suara,” tegas Oso.

Karena itu, ia meminta sistem pemilu memberi ruang representasi yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga  Pengurus Baru Hanura Toba Resmi Terbentuk, Siap Perkuat Konsolidasi Partai

Selain menjaga demokrasi, kata dia, sistem pemilu juga harus melindungi kedaulatan rakyat tanpa membedakan besar atau kecilnya partai politik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *