Selain kekuatan militer, hubungan Israel dan UEA juga ditopang kepentingan ekonomi dan teknologi. UEA dinilai membutuhkan akses terhadap teknologi pertahanan, jaringan global, dan pengaruh internasional yang dimiliki Israel.
Namun berbeda dengan UEA, Arab Saudi justru mengambil jalur lebih hati-hati. Riyadh kini lebih fokus menjaga stabilitas demi mempertahankan target ekonomi jangka panjang dan menghindari konflik terbuka di kawasan.
Mantan Kepala Intelijen Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, bahkan memperingatkan risiko dominasi Israel di Timur Tengah apabila perang dengan Iran terus meluas. Ia menilai konflik regional hanya akan memperbesar pengaruh Israel di kawasan.
Selain itu, hubungan UEA dan Arab Saudi juga mulai menunjukkan perbedaan arah kebijakan. Abu Dhabi dinilai lebih agresif dalam manuver geopolitik, sedangkan Riyadh memilih pendekatan pragmatis dan transaksional.

















