Di tengah ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan teknis. Kita membutuhkan perubahan cara pandang. Sampah harus dilihat sebagai bagian dari tanggung jawab moral, bukan sekadar residu konsumsi.
Lima abad lalu, para leluhur Sunda telah meninggalkan pesan sederhana namun mendalam: keteraturan dunia bergantung pada keteraturan manusia. Jika pesan itu mampu kita hidupkan kembali, maka upaya membangun Indonesia yang bersih dan berkelanjutan tidak lagi sekadar program pembangunan, melainkan gerakan peradaban.











