Jakarta bukan wilayah sembarangan. Sebagai ibu kota, ia adalah arena paling kompetitif dalam politik Indonesia. Restrukturisasi partai di sini bukan sekadar soal mengganti pengurus; ia membutuhkan pendekatan yang sekaligus bersifat teknis, emosional, dan strategis.
Rio Capella memulai dari akar rumput: membangun kembali struktur dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga ke kelurahan-kelurahan, memastikan mesin politik bekerja secara presisi di setiap kantong pemilih. Namun yang membedakan pendekatannya bukan hanya efisiensi birokratis—melainkan apa yang ia sebut sebagai “konsolidasi emosional”. Dengan filosofi “memungut yang tercecer dan menjemput yang tertinggal”, ia mendekati kader-kader potensial yang sempat menjauh dari partai, merangkul mereka kembali bukan sekadar sebagai anggota, melainkan sebagai bagian dari keluarga yang sama.







