Example 728x250
Tokoh

Patrice Rio Capella: Arsitek Politik dan Visi Kepemimpinan Nasional

×

Patrice Rio Capella: Arsitek Politik dan Visi Kepemimpinan Nasional

Sebarkan artikel ini
Patrice Rio Capella. Foto istimewa
Example 468x60

Isu Kedung Ombo juga menjadi medan perjuangan yang tak kalah penting, di mana ia turut bersuara bersama gelombang mahasiswa yang menentang penggusuran massal akibat proyek bendungan kontroversial tersebut. Begitu pula dengan persoalan kawasan Buring di Malang, yang semakin mempertegas komitmennya pada isu-isu agraria dan hak rakyat atas tanah. Di berbagai forum diskusi dan seminar di Malang, Rio Capella kerap hadir sebagai narasumber, bukan saja sebagai demonstran, tetapi juga sebagai pemikir yang mampu mengurai masalah secara sistematis.

Yang membuat perjalanan aktivisme ini semakin berlapis adalah konteks personal yang menyertainya: ayah Rio Capella adalah Walikota Bengkulu saat itu. Seorang putra pejabat yang justru memilih berdiri di sisi rakyat jelata, menentang arus kekuasaan yang represif. Konsekuensinya tidak ringan. Markas Besar ABRI berkali-kali memberikan peringatan kepada sang ayah lantaran aktivitas anaknya yang dianggap bersinggungan dengan kepentingan kekuasaan tertinggi negara yaitu RI 1. Tekanan seperti itu, yang menembus ruang keluarga sekalipun, tidak menyurutkan langkah Rio Capella. Justru di situlah watak kepemimpinannya terbentuk: teguh di bawah tekanan, konsisten pada prinsip.

Example 300x600

III. Mengakar di Bengkulu: Dari Aktivis Menuju Negarawan Daerah

Kembali ke Bengkulu setelah menyelesaikan studi di Universitas Brawijaya, Rio Capella segera membuktikan bahwa semangat aktivisme yang ia tempa di Malang bukan sekadar bara sesaat. Langkah pertamanya adalah memimpin Forum Kepemudaan: ia dipercaya menjadi Ketua KNPI Provinsi Bengkulu, lalu naik ke panggung nasional sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI di era Orde Baru. Di lingkaran KNPI nasional itu ia berinteraksi dengan figur-figur yang kelak menjadi tokoh penting republik—salah satunya Adhyaksa Dault yang menjabat Ketua KNPI DKI Jakarta sebelum kemudian menjadi Ketua Umum KNPI, dan dilanjutkan oleh Ariza Patria. Jaringan kepemudaan lintas daerah yang terbangun pada fase ini menjadi modal sosial yang tidak ternilai bagi langkah-langkah berikutnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *