IV. Era NasDem: Membangun Partai dari Titik Nol
Jika Bengkulu adalah tempat Rio Capella belajar membangun, maka keputusannya meninggalkan PAN dan mendirikan NasDem adalah manifestasi dari pelajaran itu dalam skala yang jauh lebih besar. Meninggalkan partai yang telah membesarkannya bukan keputusan yang ringan tetapi bagi Rio Capella, ketika sistem sudah tidak bisa lagi diperbaiki dari dalam, maka harus ada yang berani membangun sistem baru dari luar.
Kemunculan NasDem sebagai kekuatan politik baru pada awal dekade 2010-an bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Di balik narasi “Restorasi Indonesia” yang bergema, ada kerja keras institutionalisasi yang merentang dari Sabang hingga Merauke dan Rio Capella berada di jantung proses itu. Sebagai Ketua Umum pertama NasDem (2011–2013), ia tidak sekadar menjadi wajah partai; ia adalah arsitek utama yang menentukan bagaimana organisasi itu akan berdiri, berkembang, dan bertahan.







