Membangkitkan jiwa Pancasila
Maka apa yang harus kita bangkitkan?
Bukan semangat kolektif yang besar dan riuh. Justru sebaliknya, yang perlu dibangkitkan adalah keheningan yang jujur, di mana seseorang duduk dengan dirinya sendiri dan bertanya: sudahkah nilai-nilai ini sungguh-sungguh hidup di dalam diriku? Apakah keadilanku hanya berlaku untuk yang dekat denganku? Apakah kemanuisaanku berhenti di batas suku dan agamaku? Apakah persatuanku hanya retorika ketika situasinya menguntungkan?
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak nyaman. Tapi ketidaknyamanan itulah tanda bahwa jiwa masih hidup, bahwa ada sesuatu di dalam diri yang menolak untuk berdamai dengan kepalsuan.
Bangsa yang menjiwai Pancasila tidak lahir dari dekrit. Ia lahir dari jutaan manusia yang secara pribadi, dalam kesunyian masing-masing, memilih untuk tidak mengkhianati nilai yang mereka akui. Yang memilih jujur meskipun tidak ada untungnya. Yang memilih adil meskipun tidak ada yang menonton. Yang memilih hadir bagi sesama manusia di sekitarnya.











