Example 728x250
Opini

Menjiwai Pancasila

×

Menjiwai Pancasila

Sebarkan artikel ini
Abdul holik
Abdul Holik, Ketua KMNU Jabar
Example 468x60

Itulah bedanya. Itulah jaraknya dari di mana kita berdiri sekarang.

Paradoks Pancasila

Kita hidup di zaman yang aneh dalam relasinya dengan Pancasila. Ideologi Pancasila dibicarakan di mana-mana, dibela oleh banyak pihak, dilembagakan dengan serius oleh negara. Tapi bersamaan dengan itu, belum pernah juga nilai-nilainya terasa sejauh ini dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Populer di Media Sosial, Tapi Bagaimana Kinerjanya?

Yang terjadi adalah paradoks yang menyakitkan: semakin keras Pancasila dikumandangkan, semakin ia terasa seperti baju yang dipakai di hari raya lalu disimpan kembali.

Generasi muda kita merasakan ini. Mereka tahu. Mereka melihat jarak antara yang diucapkan dan yang dijalankan. Ketika jarak itu terlalu lebar terlalu lama, yang mati bukan Pancasilanya, melainkan kepercayaan bahwa hidup bermartabat sesuai nilai itu mungkin tak bisa dilakukan di negeri ini.

Baca Juga  Rayagung, Ghadir, dan Ingatan yang Tidak Pernah Pergi

Itulah kehilangan yang sesungguhnya. Bukan kehilangan teks. Kehilangan kepercayaan bahwa teks itu bisa menjadi nyata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *