Itulah bagaimana jiwa bangsa dihidupkan. Bukan dari pusat, tapi dari dalam. Bukan dari atas, tapi dari setiap diri.
Pancasila tidak menunggu negara untuk menghidupkannya. Ia menunggu kita untuk memilih menjadi rumahnya.
Pertanyaannya hanya satu, dan ia menggantung di hadapan kita hari ini dengan berat yang tidak bisa dielakkan:
Apakah kita berani menjawab iya?
Merdeka.











