Dunia yang multipolar justru membuka ruang manuver yang lebih lebar bagi negara-negara seperti kita. Investasi mengalir masuk karena tidak ada yang ingin kehilangan kawasan ini. Industri direlokasi karena rantai pasok global sedang didesain ulang. Posisi diplomatik menguat karena semua pihak membutuhkan teman.
Tapi ini bukan hadiah, ini adalah kesempatan yang menuntut kebijaksanaan. Karena dalam persaingan antar-jaringan global, yang paling berbahaya bukanlah negara yang memilih pihak yang salah, melainkan negara yang tidak memiliki visi yang cukup dalam untuk memilih dengan bijak.
Sejarah Tidak Menunggu
Saya kembali pada pertanyaan di awal: apakah manusia memilih sejarah, atau sejarah yang memilih manusia?
Mungkin jawabannya adalah keduanya. Di zaman normal, manusia memilih sejarah. Di zaman krisis, sejarahlah yang memilih manusia.













