China dibangun di atas sesuatu yang berbeda: keyakinan bahwa stabilitas adalah syarat utama kemajuan, bahwa negara adalah kompas yang mengarahkan seluruh kekuatan bangsa, dan bahwa peradaban yang berumur lima ribu tahun tidak perlu meminjam model dari siapapun. Mereka tidak menolak modernitas, mereka ingin mendefinisikan modernitas dengan cara mereka sendiri.
Dua logika ini tidak bisa sepenuhnya berdamai. Tapi keduanya juga tidak bisa sepenuhnya berpisah.
Saya selalu percaya bahwa paradoks adalah tanda bahwa kita sedang mendekati kebenaran yang lebih dalam.
Dan paradoks terbesar dari pertemuan Beijing ini adalah dua negara yang paling saling mencurigai di dunia adalah juga dua negara yang paling saling membutuhkan.
Ekonomi Amerika membutuhkan pasar dan pabrik China. Ekonomi China membutuhkan teknologi dan sistem keuangan yang masih didominasi Amerika. Seperti dua pemain catur yang duduk berhadapan dengan ekspresi dingin, tapi di bawah meja, tangan mereka saling menggenggam karena takut jatuh bersama.













