Amerika dibangun di atas keyakinan bahwa kebebasan individu adalah fondasi kemajuan. Bahwa pasar yang terbuka, demokrasi yang berisik, dan inovasi yang tak terkendali adalah jalan menuju kejayaan. Mereka percaya pada aturan universal, aturan yang sebagian besar mereka tulis sendiri setelah Perang Dunia II.
China dibangun di atas sesuatu yang berbeda: keyakinan bahwa stabilitas adalah syarat utama kemajuan, bahwa negara adalah kompas yang mengarahkan seluruh kekuatan bangsa, dan bahwa peradaban yang berumur lima ribu tahun tidak perlu meminjam model dari siapapun. Mereka tidak menolak modernitas, mereka ingin mendefinisikan modernitas dengan cara mereka sendiri.
Dua logika ini tidak bisa sepenuhnya berdamai. Tapi keduanya juga tidak bisa sepenuhnya berpisah.













