Saya selalu percaya bahwa paradoks adalah tanda bahwa kita sedang mendekati kebenaran yang lebih dalam.
Dan paradoks terbesar dari pertemuan Beijing ini adalah dua negara yang paling saling mencurigai di dunia adalah juga dua negara yang paling saling membutuhkan.
Ekonomi Amerika membutuhkan pasar dan pabrik China. Ekonomi China membutuhkan teknologi dan sistem keuangan yang masih didominasi Amerika. Seperti dua pemain catur yang duduk berhadapan dengan ekspresi dingin, tapi di bawah meja, tangan mereka saling menggenggam karena takut jatuh bersama.
Inilah yang oleh para analis disebut networked strategic competition, persaingan yang terjadi bukan dalam ruang hampa, melainkan dalam jaringan saling ketergantungan yang sangat kompleks. Mereka bersaing di tiga lapisan sekaligus: geopolitik, geoekonomi, dan teknologi. Dan ketiga lapisan itu saling mengunci satu sama lain seperti tiga cincin yang terjalin.













