Sejumlah kelompok menilai berbagai simbol tersebut berpotensi mengaburkan batas-batas akidah.
KDM memilih menghadapi kritik itu secara terbuka. Menurutnya, patung merupakan ekspresi seni dan bagian dari sejarah peradaban, bukan objek pemujaan. Seni, dalam pandangannya, membantu masyarakat mengingat jati dirinya, memahami asal-usulnya, dan menentukan arah masa depannya.
Bagi KDM, kebudayaan bukan pesaing agama. Kebudayaan adalah wadah tempat nilai-nilai agama menemukan konteks sosialnya.
Meski demikian, saya tidak ingin tergesa-gesa memihak salah satu posisi.
Kekhawatiran tentang batas antara pelestarian budaya dan pengaburan akidah adalah kekhawatiran yang sah. Sejarah menunjukkan bahwa sinkretisme memang dapat berkembang secara perlahan melalui hal-hal yang tampak sederhana. Karena itu, menjaga kemurnian akidah merupakan tanggung jawab penting dalam tradisi Islam.
Namun, pada saat yang sama, kita juga perlu mengajukan pertanyaan yang lain.











