Example 728x250
Opini

Islam Wiwitan: Membaca Gagasan KDM tentang Islam dan Budaya Sunda

×

Islam Wiwitan: Membaca Gagasan KDM tentang Islam dan Budaya Sunda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Apakah setiap ekspresi budaya lokal yang berbeda dari budaya Arab harus selalu dicurigai?

Apakah patung Gatotkaca di alun-alun kota dapat disamakan dengan berhala yang disembah?

Apakah seorang Muslim yang mengenakan pangsi dan berdoa dalam bahasa Sunda otomatis lebih rendah kualitas keimanannya dibanding mereka yang memilih jubah dan surban?

Jika jawabannya tidak, maka sesungguhnya kita telah memasuki ruang dialog yang ingin dibangun KDM.

Baca Juga  Ketika Dana Desa Beralih ke Kopdes, Masih Mampukah Desa Membangun?

Yang membuat pemikiran KDM menarik bukan hanya pandangannya mengenai hubungan agama dan budaya. Ada fondasi yang lebih personal dan lebih mendasar, yakni nilai-nilai hidup yang menjadi kompas moralnya.

Ia menghidupkan kembali filosofi Sunda seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh. Seorang pemimpin, menurutnya, tidak hanya bertugas mengajar rakyat, tetapi juga belajar dari rakyat. Kekuasaan bukan alat untuk meninggikan diri, melainkan sarana untuk melindungi mereka yang paling rentan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *